Menentukan gaji karyawan bisa menjadi tantangan sendiri bagi para pelaku usaha kecil. Kamu mungkin bingung harus menggunakan metode apa dalam menentukan upah untuk karyawan? Nah, untuk mengetahuinya, yuk simak cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil berikut ini:

Baca juga: 10 Cara Negosiasi Gaji Paling Ampuh, Harus Kamu Coba!

Cara Menentukan Gaji Karyawan Untuk Usaha Kecil

Terdapat beberapa cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil, mulai dari berasarkan omset, bayaran per hari, hingga bayaran per jam. Simak cara melakukan dan cara menghitungnya berikut ini!

Baca juga: Cara Menghitung HPP per Unit: Komponen, Rumus, dan Tipsnya!

1. Lakukan Riset Upah

Cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil yang pertama adalah mencari tahu standar gaji di industri dan daerah tempat bisnismu beroperasi. Pastikan kamu mempertimbangkan keterampilan, pengalaman, dan kualifikasi karyawan saat menentukan gaji.

Ada banyak sumber yang bisa kamu gunakan, seperti laporan gaji nasional, asosiasi industri, atau data dari perusahaan lain yang bergerak di bidang serupa. Dengan riset ini, kamu bisa menawarkan gaji yang pas kepada karyawan.

2. Tetapkan Gaji Pokok

Setelah kamu punya gambaran tentang standar gaji, langkah selanjutnya adalah menentukan gaji pokok yang akan diberikan kepada karyawan. Kalau bisnismu masih kecil, sah-sah saja menetapkan gaji di bawah UMR, selama masih sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Yang paling penting, pastikan beban gaji ini nggak bikin keuangan bisnis kamu jadi kacau atau merugi.

3. Tentukan Berdasarkan Evaluasi Kinerja

Evaluasi kinerja karyawan sangat penting untuk menentukan gaji yang tepat. Dari evaluasi ini, kamu bisa melihat kontribusi dan performa karyawan di perusahaan. Hasil evaluasi juga berguna untuk menentukan apakah karyawan berhak mendapat kenaikan gaji atau insentif tambahan.

Baca juga: Pesangon Karyawan: Pengertian, Peraturan, dan Perhitungannya

4. Pertimbangkan Nilai Pekerjaan Karyawan

Penting untuk memberikan gaji yang sesuai dengan kualifikasi karyawan. Misalnya, karyawan lulusan SMA dan S1 tentu layak mendapatkan gaji yang berbeda. Kamu juga perlu mempertimbangkan faktor seperti lokasi dan pengalaman kerja.

Resume atau hasil wawancara bisa membantu kamu menentukan besaran gaji yang tepat untuk setiap kandidat.

5. Pertimbangkan Kontribusi Pekerjaan

Saat menentukan gaji, perhatikan seberapa besar kontribusi karyawan terhadap bisnis kamu. Misalnya, karyawan di bidang keuangan biasanya mendapat gaji lebih tinggi karena tanggung jawabnya besar. Semakin penting peran seseorang dalam usaha kamu, semakin besar pula gaji yang seharusnya mereka terima.

Baca juga:  Apa Itu Asuransi? Pengertian dan Manfaatnya [Untuk Pemula]

6. Ikuti Regulasi yang Berlaku

Cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil yang selanjutnya adalah memerhatikan aturan yang berlaku, seperti PP Pengupahan No. 36 Tahun 2021 Pasal 36. Aturan ini bisa membantu menentukan besaran upah yang sesuai. Beberapa ketentuan yang perlu kamu ketahui adalah:

  • Tidak ada kewajiban untuk menerapkan upah minimum.
  • Upah disepakati antara pengusaha dan pekerja.
  • Upah minimal harus 50% dari rata-rata konsumsi masyarakat di provinsi.
  • Upah minimal juga harus 25% di atas garis kemiskinan di provinsi.

Dengan mengikuti regulasi ini, kamu bisa memastikan upah karyawan sesuai dengan hukum dan adil bagi semua pihak.

7. Pertimbangkan Fleksibilitas

Jika anggaran perusahaanmu terbatas, kamu bisa menawarkan fleksibilitas sebagai solusi. Misalnya, berikan opsi bekerja paruh waktu atau jadwal kerja yang lebih fleksibel. Ini bisa jadi nilai tambah yang menarik bagi karyawan, meski gajinya tidak terlalu besar.

Cara Menghitung Gaji Karyawan Berdasarkan Omset

Cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil bisa dilakukan berdasarkan omset usaha yang kamu miliki. Umumnya, sebuah bisnis mengalokasikan gaji berkisar antara 15% – 30% dari total pendapatan bruto per bulan.

Untuk memahami perhitungan gaji karyawan dengan lebih jelas, mari kita simulasikan perhitungan ini berdasarkan data konsumsi dan garis kemiskinan di Jawa Barat pada tahun 2022.

Baca juga: 7 Jenis Biaya Produksi dan Contohnya yang Harus Kamu Ketahui

Contoh Perhitungan:

  • Pendapatan bruto per bulan: Rp50.000.000
  • Alokasi gaji (15% – 30% x Rp50.000.000): Rp7.500.000 – Rp15.000.000

Gaji Minimal yang Harus Diberikan:

  • Berdasarkan rata-rata konsumsi Jawa Barat (Rp1.440.000 x 50%): Rp720.000
  • Berdasarkan garis kemiskinan Jawa Barat (Rp452.580 + 25%): Rp565.725

Dengan alokasi biaya penggajian yang disesuaikan antara 15%-30% dari omset dan memperhitungkan minimal gaji berdasarkan konsumsi serta garis kemiskinan, usaha bisa memastikan gaji karyawan sesuai standar yang berlaku.

Cara Menghitung Gaji Per Hari

Cara menghitung gaji per hari diatur dalam Pasal 17 PP Pengupahan, yang membedakan perhitungan upah harian berdasarkan sistem kerja perusahaan. Ketentuannya seperti berikut ini:

  • Jika bekerja 6 hari dalam seminggu, gaji sebulan dibagi 25.
  • Jika bekerja 5 hari dalam seminggu, gaji sebulan dibagi 21.

Contoh perhitungan:

Seorang karyawan memiliki gaji bulanan sebesar Rp5.000.000, maka jika dia bekerja 6 hari dalam seminggu, gaji per harinya dihitung dengan membagi Rp5.000.000 dengan 25, sehingga diperoleh gaji per hari sebesar Rp200.000.

Namun, jika perusahaan menerapkan sistem kerja 5 hari dalam seminggu, perhitungannya adalah Rp5.000.000 dibagi 21, sehingga gaji per harinya menjadi Rp238.095. Dengan metode ini, perhitungan gaji harian dapat disesuaikan dengan sistem kerja yang berlaku di perusahaan.

Cara Menghitung Gaji Per Jam

Cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil yang selanjutnya adalah dengan berdasarkan jumlah jam kerja. Metode ini biasanya digunakan untuk karyawan paruh waktu, yaitu mereka yang bekerja kurang dari 7 jam per hari atau kurang dari 35 jam per minggu.

Untuk menghitung gaji per jam, rumus yang digunakan adalah membagi gaji bulanan dengan angka 126.  Jadi, jika seseorang memiliki gaji bulanan Rp5.000.000, maka gaji per jamnya dihitung dengan cara Rp5.000.000 dibagi 126, hasilnya adalah Rp39.683 per jam.

Gaji ini hanya dibayarkan berdasarkan jam kerja yang benar-benar dilakukan oleh karyawan, biasanya dibuktikan melalui data kehadiran atau lembar kerja yang disetujui oleh atasan.

Meskipun ada kesepakatan tentang gaji bulanan, karyawan paruh waktu dibayar sesuai jumlah jam kerja yang mereka jalani. Ini adalah metode yang umum untuk pekerjaan paruh waktu, di mana gaji disesuaikan dengan durasi kerja faktual.

Baca juga:  Kebutuhan Sekunder: Pengertian, Ciri, dan Contohnya!

Sudah Tahu Bagaimana Cara Menentukan Gaji Karyawan Untuk Usaha Kecil?

Nah, itu dia penjelasan lengkap soal cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil menggunakan beberapa metode. Sekarang kamu sudah tahu cara melakukannya, kan?

Yuk, lanjut baca tulisan seputar keuangan lainnya dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti di blog cerdascuan.com sekarang juga!