Jika kamu sedang mencari peluang investasi yang stabil dan menguntungkan, saham-saham bank di Indonesia bisa menjadi pilihan. Berikut daftar saham bank di Indonesia yang memiliki prospek cerah dan cocok untuk dijadikan bagian dari portofolio investasimu.
Baca juga: 20 Saham Dividen Tertinggi 2024: Ada BBCA, ADRO, dan UNTR !
Daftar Saham Bank di Indonesia
Berinvestasi di sektor perbankan Indonesia bisa memberikan keuntungan yang menjanjikan, terutama dengan pilihan saham-saham bank yang memiliki kinerja baik. Berikut ini adalah daftar saham bank di Indonesia dari indeks PRIMBANK10 yang perlu kamu pertimbangkan.
Baca juga: Papan Akselerasi Saham: Pengertian dan Daftar Sahamnya!
| Perusahaan | Kode Saham |
|---|---|
| Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. | BBRI |
| Bank Central Asia Tbk. | BBCA |
| Bank Mandiri (Persero) Tbk. | BMRI |
| Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. | BBNI |
| Bank Syariah Indonesia Tbk. | BRIS |
| Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. | BBTN |
| Bank Pan Indonesia Tbk | PNBN |
| Bank CIMB Niaga Tbk. | BNGA |
| Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten | BJBR |
| Bank Danamon Indonesia | BDMN |
Catatan: Daftar saham bank di Indonesia di atas diambil dari indeks PRIMBANK10 pada 3 November 2024. Daftar saham di atas bisa berubah sewaktu-waktu sehingga kamu perlu memeriksa daftar terbarunya melalui website Bursa Efek Indonesia atau melalui aplikasi investasi saham masing-masing.
Apa Itu Indeks PRIMBANK10?
Indeks PRIMBANK10 adalah indeks yang mengukur pergerakan harga dari 10 saham bank di Indonesia yang memiliki peringkat investasi bagus (investment grade). Saham-saham ini dipilih karena memiliki likuiditas tinggi dan kinerja keuangan yang kuat. Indeks ini bekerja sama dengan PEFINDO, lembaga pemeringkat efek di Indonesia.
Pemilihan saham dalam indeks ini dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor seperti rating investasi, jumlah aset, dan kapitalisasi pasar. Perhitungan indeks juga menyesuaikan nilai saham berdasarkan jumlah saham yang diperdagangkan di pasar (free float) dan membatasi bobot saham terbesar hingga 35%.
Indeks PRIMBANK10 dievaluasi secara berkala, dengan evaluasi besar pada Juni dan Desember untuk memilih ulang saham, dan evaluasi kecil pada Maret dan September untuk memperbarui bobot saham. Indeks ini diluncurkan pada 3 Januari 2017 dengan nilai awal 100.
Baca juga: 15 Saham Papan Pengembangan Paling Liquid 2024 [Update]
Keuntungan Berinvestasi di Saham Bank
Saham bank di Indonesia merupakan salah satu sektor favorit para investor, khususnya bagi mereka yang masih pemula. Dengan pilihan yang beragam dan layanan yang populer, kategori saham ini memiliki beberapa keunggulan yang menarik sebagai salah satu tempat investasi. Berikut ini adalah penjelasannya:
1. Sektor Tahan Banting
Saham dari sektor perbankan dikenal memiliki daya tahan tinggi dan resiliensi yang kuat saat menghadapi krisis ekonomi. Jika terjadi guncangan ekonomi, bank sering menjadi sektor pertama yang pulih dan kembali stabil.
Hal ini membuat saham bank menjadi pilihan yang relatif aman bagi investor yang mencari kestabilan jangka panjang.
2. Pertumbuhan Laba yang Konsisten
Secara historis, emiten perbankan di Indonesia hampir selalu mencatat pertumbuhan laba tahunan yang baik. Tren ini menunjukkan bahwa saham bank memiliki prospek pertumbuhan yang solid dan potensi keuntungan jangka panjang.
Dengan kinerja keuangan yang stabil, bank-bank besar di Indonesia dapat terus berkembang dan menawarkan imbal hasil yang menarik bagi para pemegang saham.
3. Daya Tarik Saham Bank-Bank Besar
Emiten saham dari bank besar atau “big banks” sering kali memiliki kapitalisasi pasar yang tinggi dan kinerja yang stabil, sehingga menarik perhatian investor. Bank-bank besar seperti BRI, BCA, BNI, dan Mandiri cenderung menawarkan kestabilan dan potensi keuntungan yang lebih tinggi, sehingga banyak investor yang bersedia mengantri untuk memiliki saham-saham mereka.
Risiko Berinvestasi di Saham Bank
Meski menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan jenis saham lainnya, berinvestasi di daftar saham bank Indonesia juga memiliki sejumlah risiko. Sebelum kamu memutuskan untuk berinvestasi, pahami beberapa risikonya berikut ini:
Baca juga: Papan Utama BEI: Pengertian, ARA – ARB dan Daftar Sahammya!
1. Siklusitas Ekonomi
Bisnis perbankan termasuk dalam kategori siklis, yang berarti sangat dipengaruhi oleh siklus ekonomi. Selama masa resesi atau penurunan ekonomi, masyarakat cenderung lebih berhati-hati dalam pengeluaran, mengurangi penggunaan layanan perbankan seperti kartu kredit atau pinjaman. Hal ini dapat berdampak langsung pada pendapatan bank dan harga sahamnya.
2. Risiko Kerugian Pinjaman (Gagal Bayar)
Salah satu risiko utama dalam bisnis perbankan adalah kemungkinan gagal bayar oleh nasabah. Ketika nasabah tidak mampu membayar pinjaman, bank harus menanggung kerugian, yang dapat membebani kinerja keuangan. Risiko ini cenderung meningkat saat kondisi ekonomi melemah, sehingga berpotensi menekan nilai saham bank.
3. Risiko Suku Bunga
Pendapatan utama bank berasal dari selisih antara suku bunga pinjaman dan simpanan. Ketika suku bunga acuan naik atau turun, hal ini dapat memengaruhi biaya pinjaman dan profitabilitas bank. Fluktuasi suku bunga yang tak terduga dapat menimbulkan risiko bagi investor, terutama jika penyesuaian tersebut menekan laba bank atau mengurangi permintaan pinjaman.
Cara Mudah Berinvestasi di Banyak Saham Bank Sekaligus
Membeli seluruh daftar saham bank di Indonesia dalam indeks PRIMBANK10 secara satu per satu tentu akan memakan banyak waktu sekaligus modal. Namun, tenang saja karena kamu bisa tetap berinvestasi di saham bank dengan cara yang lebih cepat dan murah. Berikut ini adalah panduannya:
- Buat akun di aplikasi Bibit;
- Lakukan verifikasi dan depositokan sejumlah uang yang ingin kamu investasikan.
- Pilih menu reksadana, lalu pilih “BNI-AM IDX PEFINDO Prime Bank kelas R1”
- Masukan nominal uang yang ingin kamu investasikan, minimal Rp10.000
- Lakukan pembelian, tunggu proses transaksi selesai, dan kamu sudah berhasil berinvestasi di seluruh saham dalam indeks PRIMBANK10 sekaligus.
Berinvestasi di reksadana indeks memungkinkan kamu untuk mendapatkan persentase return yang sama dengan berinvestasi di masing-masing bank secara satu per satu. Selain mudah, cara ini juga jauh lebih murah karena kamu bisa melakukannya dengan modal mulai dari Rp10.000 saja.
Namun, tetap ingat bahwa risiko investasi yang melekat juga tidak akan jauh berbeda dengan kamu berinvestasi langsung di sahamnya. Fluktuasi akan terus terjadi dan terkadang return yang diberikan oleh reksadana berada di bawah indeks rujukannya. Jadi, pastikan kamu melakukan research sebelum berinvestasi lebih lanjut, ya!
Tertarik Untuk Berinvestasi di Daftar Saham Bank di Indonesia?
Nah, itu dia informasi lengkap soal daftar saham bank di Indonesia yang sangat menarik untuk dijadikan investasi. Jadi, setelah mengetahui daftar, risiko, dan cara membeli sahamnya, kamu tertarik untuk berinvestasi di saham bank nggak, nih?
Yuk, lanjut baca tulisan seputar keuangan lainnya dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti di blog cerdascuan.com sekarang juga!








