Waran saham menjadi salah satu instrumen investasi yang bikin penasaran banyak orang. Dengan memahami apa itu waran saham, kamu mungkin bisa melihat peluang investasi yang menarik, yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Baca juga: Apa Itu Dividen Trap? Pengertian dan 5 Cara Menghindarinya!

Apa Itu Waran Saham?

Waran saham adalah produk turunan dari saham yang bisa diperjualbelikan atau ditebus menjadi saham di masa depan. Biasanya, waran ini diberikan sebagai bonus ketika kamu membeli saham baru dari perusahaan yang sedang melakukan penerbitan saham. Tujuannya? Supaya pembelian saham tersebut terlihat lebih menarik di mata investor.

Waran ini mirip dengan rights, yaitu hak untuk membeli saham di harga tertentu. Bedanya, kalau rights cuma berlaku beberapa hari, waran biasanya punya masa berlaku yang jauh lebih panjang, bisa sampai beberapa tahun.

Baca juga: Apa Itu Rights Issue Saham? Definisi, Contoh, dan Tujuannya

Contoh Kasus Waran Saham

Misalnya nih, PT XYZ memiliki harga saham sebesar Rp300 per lembar di tahun 2021. Untuk menarik minat investor, PT XYZ menawarkan waran seharga Rp25 per lembar dengan harga pelaksanaan Rp350. Artinya, kalau nanti harga saham PT XYZ naik di atas Rp350, pemegang waran punya kesempatan buat beli sahamnya dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar.

Contoh: di tahun 2023, harga saham PT XYZ naik menjadi Rp600 per lembar. Kalau kamu punya waran, kamu bisa menebusnya di harga Rp375 (Rp350 harga pelaksanaan + Rp25 harga waran), yang jauh lebih murah dibanding harga pasar Rp600.

Dengan begini, pemegang waran bisa mendapat keuntungan dari selisih harga beli dengan harga pasar, selama harga saham perusahaan tersebut benar-benar naik. Biasanya, waran ditandai dengan huruf ‘W’ di belakang kode saham utama, jadi gampang dikenali.

Baca juga:  43 Perusahaan Asuransi di Indonesia Terdaftar OJK yang Harus Kamu Tahu!

Keuntungan Investasi Waran

Dengan memiliki waran, kamu bisa membeli saham perusahaan di masa depan dengan harga yang sudah ditentukan sebelumnya, dikenal sebagai harga pelaksanaan. Misalnya, kalau harga saham perusahaan nantinya naik di atas harga pelaksanaan, kamu bisa menebus waran dan membeli sahamnya dengan harga lebih murah dari pasar.

Risiko Investasi Waran

Meskipun waran menawarkan kesempatan untung, ada beberapa risiko yang perlu kamu tahu. Pertama, jika harga saham turun di bawah harga pelaksanaan waran, maka menebus waran tidak menguntungkan, karena kamu bisa membeli saham di pasar dengan harga yang lebih murah.

Selain itu, waran punya masa berlaku terbatas. Jika masa ini habis dan harga saham belum naik sesuai harapan, maka waran bisa jadi tidak bernilai sama sekali. Harga waran di pasar juga bisa turun kalau harga saham induknya turun, jadi ada risiko rugi kalau kamu ingin menjualnya di pasar sekunder.

Ditambah lagi, tidak semua waran mudah dijual karena volume perdagangannya bisa rendah. Waran memang terlihat murah, tapi bisa berisiko besar kalau harga saham tidak bergerak sesuai ekspektasi

Baca juga: 1 Lot Saham Berapa Lembar? Ini Arti, Contoh, dan Tujuannya

Cara Beli Waran Saham

Setelah mengetahui apa itu waran saham, langkah berikutnya adalah mempelajari cara membelinya.  Ada dua cara beli waran saham yang bisa kamu lakukan:

Pertama, kamu bisa mendapatkannya saat membeli saham dalam Initial Public Offering (IPO). Biasanya, perusahaan yang IPO akan memberikan waran sebagai bonus, jadi kalau kamu beli saham baru mereka, waran langsung diberikan.

Cara kedua, kamu bisa beli waran di pasar sekunder. Di sini, waran sudah diperdagangkan seperti saham biasa. Kamu bisa cari waran dengan kode yang diakhiri huruf “W” di pasar seperti WIFI-W, SGER-W, PNLF-W,  dan beli sesuai harga yang berlaku. Pastikan untuk cek kondisi pasar dulu sebelum beli, ya!

Baca juga:  Analisis Teknikal Adalah: Pengertian, Indikator, dan Cara Melakukannya

Sudah Mengerti Soal Waran Saham?

Nah, itu dia penjelasan lengkap soal apa itu waran saham mulai dari pengertian hingga cara membelinya. Jadi, setelah kamu paham soal produk turunan saham ini, kamu tertarik untuk berinvestasi di waran saham nggak, nih?

Yuk, lanjut baca tulisan seputar keuangan lainnya dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti di blog cerdascuan.com sekarang juga!