Pernah dengar soal bisnis yang menjanjikan keuntungan tinggi hanya dengan mencari member? Bisa jadi, itu adalah bisnis MLM. Namun, sebenarnya sistem Multi Level Marketing yang baik bukan cuman soal mencari member, yuk, pelajari selengkapnya di bawah ini!
Baca juga: Monkey Business: Pengertian, Ciri, dan Cara Menghindarinya!
Apa Itu Multi Level Marketing?
Multi-Level Marketing (MLM) adalah strategi pemasaran yang melibatkan penjualan produk sekaligus merekrut orang lain untuk bergabung dalam jaringan bisnis. Dalam sistem ini, kamu tidak hanya mendapatkan komisi dari penjualan produkmu sendiri, tetapi juga dari penjualan orang-orang yang kamu rekrut (disebut downline).
MLM sering digambarkan seperti “sistem piramida.” Terdapat dua istilah penting yang perlu kamu pahami yaitu upline dan downline.
- Upline: Anggota yang merekrut orang lain ke dalam jaringan. Mereka mendapatkan keuntungan dari aktivitas penjualan downline mereka.
- Downline: Anggota yang direkrut oleh upline. Mereka juga bisa merekrut anggota baru untuk memperbesar jaringan.
Semakin banyak downline, semakin besar potensi penghasilan upline. Biasanya, perusahaan MLM juga memberi bonus untuk anggota yang berhasil merekrut banyak orang. Jika kamu ingin memahami sistemnya secara lebih mendalam, simak penjelasan berikut ini:
Sistem Multi Level Marketing
Dalam MLM, tenaga penjual disebut distributor. Mereka bekerja secara mandiri tanpa gaji tetap. Pendapatan distributor berasal dari dua hal:
- Komisi penjualan langsung ke pelanggan.
- Komisi dari penjualan tim downline (orang yang mereka rekrut).
Distributor tidak langsung dibayar saat merekrut downline. Tapi, setiap kali downline mereka menjual produk, distributor akan mendapatkan komisi berupa persentase dari hasil penjualan tersebut.
Distributor yang berhasil membangun tim downline besar bahkan bisa fokus mengembangkan jaringan tanpa perlu banyak menjual produk sendiri. Komisi dari penjualan tim mereka bisa cukup untuk menghasilkan pendapatan besar.
Sistem ini mendorong distributor untuk terus memperluas jaringan. Dengan begitu, perusahaan mendapatkan lebih banyak tenaga penjualan, yang berarti produk bisa menjangkau lebih banyak pelanggan.
Baca juga: Apa Itu Kreditur? Pengertian, Jenis, dan Cara Kerja Mereka!
Contoh Multi Level Marketing
Terdapat beberapa contoh Multi Level Marketing yang sempat menjadi sangat populer di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa merek yang berhasil menerapkan MLM dengan baik dan profesional:
1. Herbalife
Herbalife adalah bisnis MLM dari Los Angeles, AS, yang menjual produk minuman bernutrisi seperti bubuk protein, teh herbal, dan suplemen untuk gaya hidup sehat. Di Indonesia, Herbalife sudah hadir sejak 1998 dan terus berkembang hingga kini.
Herbalife sempat masuk daftar 500 perusahaan menengah terbaik versi Forbes pada 2019, berkat sistem pemasarannya yang efektif. Meski ada pro dan kontra, keuntungan Herbalife mencapai jutaan dolar setiap tahunnya.
2. Tupperware
Tupperware adalah merek alat masak dan makan berbahan plastik asal Orlando, AS. Didirikan pada 1946 oleh Earl Silas Tupper, perusahaan ini berkembang pesat di Indonesia dengan banyak pengguna setia.
Kesuksesan Tupperware dimulai sejak tahun 1950-an, saat Brownie Wise memperkenalkan sistem keanggotaan dengan potongan harga untuk anggotanya. Kini, produk Tupperware dijual di lebih dari 100 negara dengan pendapatan miliaran dolar.
3. Nu Skin
Nu Skin adalah bisnis MLM yang fokus pada produk perawatan kulit dan anti-penuaan. Bisnis ini berkembang pesat di Indonesia dengan lebih dari 50 ribu mitra aktif, 10% di antaranya sudah masuk jajaran pemimpin.
Selain penjualan langsung, Nu Skin juga memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produknya. Pada 2019, total penjualannya mencapai Rp1,5 triliun, naik 10% dari tahun sebelumnya. Bisnis ini fleksibel dan bisa dijalankan siapa saja, mulai dari ibu rumah tangga hingga profesional.
Apakah Bisnis MLM Selalu Buruk?
Tidak semua bisnis MLM itu buruk. Beberapa di antaranya legal dan bahkan bisa sangat menguntungkan, seperti perusahaan-perusahaan yang telah disebutkan sebelumnya. Sebelum bergabung dengan bisnis MLM, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, seperti:
- Produk yang ditawarkan berkualitas.
- Memiliki legalitas yang jelas.
- Harga produk yang wajar.
- Keuntungan yang didapat sesuai dengan usaha yang kamu lakukan.
- Ada sistem dan mentor yang bisa membimbingmu menuju kesuksesan.
Jika bisnis MLM yang ditawarkan justru tidak memenuhi kriteria ini, lebih baik untuk mencari peluang lain dan jangan ragu untuk meninggalkannya.
Baca juga: Apa Itu Hedonisme? Pengertian, Contoh, dan Cara Mengatasinya
Sudah Paham Soal Multi Level Marketing?
Nah, itu dia penjelasan lengkap soal apa itu Multi Level Marketing mulai dari pengertian, sistem, dan juga beberapa contoh suksesnya. Jadi, kamu punya pengalaman bergabung dengan bisnis MLM nggak, nih?
Yuk, lanjut baca tulisan seputar keuangan lainnya dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti di blog cerdascuan.com sekarang juga!









