Dividen trap adalah situasi yang perlu diwaspadai oleh investor, terutama jika kamu masih pemula. Ketika sebuah perusahaan menawarkan dividen tinggi, ada kemungkinan hal itu tidak mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya. Yuk, pelajari selengkapnya di bawah ini!

Baca juga: 8 Gaya Investasi Untuk Pemula yang Bisa Kamu Coba!

Apa Itu Dividen Trap?

Dividen trap adalah situasi ketika perusahaan mengumumkan dividen tinggi, tetapi diiringi oleh penurunan harga saham drastis. Dalam kondisi ini, banyak investor yang tergoda untuk membeli saham dengan harapan meraih keuntungan dari dividen, tetapi malah terjebak karena nilai saham mereka menurun.

Biasanya, harga saham cenderung naik mendekati cum date, tetapi dalam kasus dividen trap, penurunan harga saham bisa terjadi, sehingga investor mengalami kerugian. Jadi, meskipun dividen terlihat menarik, penting untuk melakukan analisis mendalam sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Baca juga: 20 Saham Dividen Tertinggi 2024: Ada BBCA, ADRO, dan UNTR !

Cara Menghindari Dividen Trap

Untuk melindungi diri dari dividen trap, ada beberapa langkah yang bisa kamu ambil. Dengan mengetahui cara-cara menghindari jebakan ini, kamu dapat memilih investasi yang lebih aman dan menguntungkan. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini:

Baca juga: 7 Cara Menghitung Harga Wajar Saham: Rumus dan Contohnya!

1. Jangan Terlena dengan Dividend Yield Tinggi

Hal pertama yang harus kamu perhatikan untuk adalah dividend yield. Banyak investor terjebak dalam dividen trap karena terlalu fokus pada angka dividend yield yang tinggi.

Ketika menemukan perusahaan yang menawarkan dividen besar, mereka sering langsung mengambil keputusan tanpa analisis lebih lanjut. Ingat, meskipun dividend yield terlihat menggoda, kamu tetap perlu berhati-hati.

Lakukan analisis mendalam, terutama analisis fundamental perusahaan. Cek juga kondisi perekonomian yang sedang berlangsung. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang apakah perusahaan tersebut benar-benar sehat secara finansial atau hanya mencoba menarik perhatian investor dengan tawaran dividen yang tinggi.

2. Perhatikan Divident Payment Ratio

Selanjutnya, cara menghindari dividen trap yang kamu perlu lakukan adalah memperhatikan dividend payment ratio. Rasio ini menunjukkan seberapa banyak laba perusahaan yang dibagikan sebagai dividen saham.

Jika rasio pembayaran dividen lebih dari 100%, itu bisa jadi tanda bahaya. Ini berarti perusahaan membayar dividen lebih banyak daripada keuntungan yang mereka dapatkan, dan situasi ini tidak akan bertahan lama. Ingat, rasio ini bisa berubah-ubah. Jadi, jangan hanya melihat angka saat ini.

3. Ketahui Tingkat Utang Perusahaan

Memahami utang perusahaan penting untuk menghindari jebakan dividen. Utang itu wajar, tetapi utang yang berlebihan bisa berisiko. Jika perusahaan mengandalkan utang untuk membayar dividen, itu bisa jadi masalah.

Cek rasio utang terhadap ekuitas, yaitu total utang dibagi ekuitas pemegang saham. Rasio ini bisa dilihat di neraca perusahaan. Setiap industri punya rasio ideal yang berbeda.  Dengan memahami utang perusahaan, kamu bisa menghindari jebakan dividen dan membuat keputusan investasi yang lebih baik.

Baca juga:  Generasi Strawberry: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Penyebabnya!

4. Cek Likuiditas Saham

Likuiditas saham adalah faktor penting yang perlu kamu perhatikan, terutama jika berencana untuk berinvestasi jangka panjang. Jika likuiditas saham rendah, kamu mungkin kesulitan saat ingin menjual saham tersebut.

Membeli saham dengan likuiditas rendah bisa membuatmu terjebak dalam jebakan dividen, terutama jika kamu membeli saham dengan harga tinggi. Kerugian yang kamu alami bisa cukup besar.

Jadi, sebelum berinvestasi, pastikan untuk memeriksa likuiditas saham agar kamu bisa lebih mudah menjualnya di masa depan.

5. Pantau Konsistensi Emiten dalam Membagi Dividen

Cara menghindari dividen trap yang selanjutnya adalah dengan memantau konsistensi emiten dalam membagikan dividen. Pilihlah emiten yang memiliki catatan pembagian dividen yang stabil dan rutin.

Emiten dengan pertumbuhan imbal hasil yang konsisten biasanya memiliki jadwal tetap untuk membagikan dividen. Ini membuat potensi pembagiannya lebih jelas dan bisa diandalkan.

Sebaliknya, jika emiten sering berubah-ubah dalam membagikan dividen, apalagi jika analisis fundamentalnya juga menunjukkan hasil yang kurang baik, sebaiknya kamu lebih berhati-hati. Memilih emiten yang konsisten bisa membantumu terhindar dari jebakan dividen yang merugikan.

Baca juga: 10 Reksadana Saham Terbaik 2024: Update Bulan November!

Sudah Paham Soal Dividen Trap?

Nah, itu dia penjelasan lengkap soal dividen trap dan bagaimana cara menghindarinya. Jadi, kamu sudah siap untuk berinvestasi di saham yang membagikan dividen nggak, nih?

Yuk, lanjut baca tulisan seputar keuangan lainnya dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti di blog cerdascuan.com sekarang juga!