Mengetahui Harga Pokok Produksi (HPP) adalah hal yang krusial dalam menjalankan bisnis. Perhitungan ini akan membantu Kawan Cerdas untuk mengetahui modal yang dibutuhkan dalam memproduksi produk dan berapa harga jual yang harus ditetapkan. Nah, untuk mengetahui cara menghitung HPP per unit, yuk, simak penjelasan berikut ini!
Baca juga: Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel dan Cara Menghitungnya
Komponen Harga Pokok Produksi
Sebelum mulai menghitung HPP produk, penting untuk mengetahui komponen-komponen yang harus diperhitungkan. Secara umum, terdapat tiga hal yang nantinya perlu dihitung yaitu bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead. Penjelasannya seperti berikut ini:
Baca juga: 10 Cara Negosiasi Gaji Paling Ampuh, Harus Kamu Coba!
Bahan Baku
Produksi dimulai dengan pengadaan bahan baku untuk membuat produk. Untuk menghasilkan produk berkualitas, pelaku usaha perlu mencari bahan baku yang baik dan memastikan pemasok yang dapat diandalkan sesuai jadwal.
Tenaga Kerja
Selain bahan baku, biaya tenaga kerja juga menjadi bagian penting dalam perhitungan harga pokok produksi. Ongkos ini meliputi upah langsung dan manfaat lain yang terkait.
Biaya Overhead
Biaya overhead mencakup berbagai pengeluaran yang mendukung kelancaran produksi, seperti tagihan listrik dan perawatan alat. Meskipun tidak terlihat langsung, biaya ini penting untuk diperhitungkan.
Rumus HPP per Unit
Terdapat beberapa metode untuk menghitung harga pokok produksi per unit, tetapi yang paling umum adalah menjumlahkan semua pengeluaran dari tiga komponen utama: bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead kemudian membaginya dengan jumlah unit yang diproduksi. Rumusnya adalah:
Total Biaya Produksi = Biaya Bahan Baku+Biaya Tenaga Kerja+Biaya Overhead
HPP per Unit = Total Biaya Produksi/Jumlah unit yang diproduksi
Cara Menghitung HPP per Unit
Cara menghitung HPP per unit adalah seperti berikut ini:
- Pertama, hitung total biaya produksi menggunakan rumus yang sudah dijelaskan sebelumnya;
- Kedua, hitung jumlah unit yang diproduksi dalam periode tertentu;
- Ketiga, bagi total biaya dengan jumlah unit yang diproduksi seperti pada rumus. Setelah itu, Kawan Cerdas akan mendapatkan HPP produk per unit. Gampang banget, kan?
Jika Kawan Cerdas masih bingung, contoh kasus berikut ini mungkin bisa membantu memahaminya lebih lanjut:
Misalnya, dalam satu bulan Kawan Cerdas memproduksi 1.000 unit produk. Biaya bahan baku yang dikeluarkan totalnya Rp10.000.000, biaya tenaga kerja Rp5.000.000, dan biaya overhead Rp3.000.000. Jadi, total biaya produksi adalah:
Total Biaya Produksi = Rp10.000.000 + Rp5.000.000 + Rp3.000.000 = Rp18.000.000
Kemudian, HPP per unit dihitung dengan membagi total biaya produksi ini dengan jumlah unit yang dihasilkan:
HPP per Unit = Rp18.000.000/1.000 = Rp18.000 per unit.
Jadi, dengan contoh kasus di atas, HPP per unitnya adalah Rp18.000
Tips Menghitung HPP Produk
Ketika menghitung harga pokok produksi, terdapat beberapa kesalahan pemula yang kerap kali dilakukan. Agar Kawan Cerdas bisa melakukan perhitungan dengan lebih akurat dan efektif, ikuti beberapa tips berikut ini:
1. Pastikan Semua Biaya Terdata dengan Baik
Catat semua biaya yang terlibat dalam produksi, termasuk biaya kecil seperti pengiriman bahan baku, packing, atau perawatan alat. Jangan sampai ada yang terlewat karena ini bisa mempengaruhi hasil perhitungan.
2. Pisahkan Biaya Langsung dan Tidak Langsung
Biaya langsung seperti bahan baku dan tenaga kerja harus dipisahkan dari biaya overhead. Ini akan membantu Kawan Cerdas melihat dengan jelas komponen mana yang paling besar mempengaruhi HPP.
3. Perhatikan Fluktuasi Biaya
Harga bahan baku dan biaya lainnya bisa berubah-ubah. Selalu update perhitungan HPP secara berkala untuk memastikan harga yang kamu pakai selalu akurat.
4. Gunakan Software Akuntansi
Jika bisnis kamu udah mulai besar, pertimbangkan untuk menggunakan software akuntansi yang bisa otomatis mengitung HPP. Hal ini bisa mengurangi risiko human error dan membuat proses perhitungannya jauh lebih akurat dan efisien.
5. Evaluasi Secara Berkala
Selalu cek dan evaluasi HPP per unit secara berkala, terutama kalau ada perubahan besar dalam proses produksi atau biaya. Ini penting supaya harga jual produk kamu tetap kompetitif dan margin keuntungan terjaga.
Sudah Mengerti Cara Menghitung HPP per Unit?
Nah, itu dia penjelasan lengkap soal cara menghitung HPP per unit mulai dari komponen yang harus dihitung, rumus, panduan dan contoh kasus, serta tips-tips bermanfaat yang bisa kamu ikuti. Jadi, sekarang kamu sudah paham, kan?
Yuk, lanjut baca tulisan seputar keuangan lainnya dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti di blog cerdascuan.com sekarang juga!








